10.11.2008

Sambutan Untuk Sang Pemberontak

Hari ini, hari sabtu 11 Oktober 2008 untuk pertama kalinya setelah 32 tahun Hasan Tiro datang ke Indonesia, tepatnya ke Aceh. Puluhan ribu orang sudah siap untuk menyambutnya di pusat kota Aceh, yaitu Masjid Raya Baiturrahman. Orang yang dikenal sebagai deklarator Aceh merdeka ini datang ke Aceh setelah sebelumnya transit di Kuala Lumpur, Selangor, Malaysia. Ada banyak pendapat yang beredar di masyarakat tentang kedatangannya hari ini ke Aceh. Namun sebelumnya, mari kita cari tau siapa itu Hasan Ditiro Sang Deklarator Aceh Merdeka ini.
Hasan Tiro merupakan orang yang disebut-sebut sebagai pendiri GAM atau Gerakan Aceh Merdeka. Pada tahun 1976 dia diasingkan ke luar negeri dan kini dia menjadi warga negara Swedia. Maaf, cuma itu yang saya tau tentang Hasan Tiro :D Tapi mari kita lanjutkan diskusi kita tentang kedatangan SI PEMBERONTAK ini.
Saat saya menonton televisi dan ada berita tentang kedatangan tokoh pemberontak ini, saya langsung mengerutkan dahi, bukan apa-apa, tapi karena saya baru bangun tidur dan masih sedikit pusing :D Saat saya mendengar dan melihat bahwa banyak warga Aceh yang datang, saya langsung heran.. buat apa pemberontak yang telah membuat rakyat Aceh menderita selama 3 dekade karena perang dan juga yang notabene dia adalah warga negara asing disambut sedemikian meriah seolah-olah dia dapat membawa perubahan dan berkah bagi rakyat di bumi serambi mekah?? Saya tidak habis pikir juga, bahwa kebanyakan yang datang untuk menyambut Hasan Ditiro adalah anak muda yang tidak kenal siapa itu Hasan Ditiro.
Saya sih mengerti kalo mereka itu adalah pemuda-pemuda yang menginginkan perubahan atau revolusi bagi kehidupan rakyat Aceh. Tapi apa yang bisa seorang warga negara Swedia perbuat dalam kunjungannya ke Aceh yang hanya 2 bulan itu?? Sebuah fenomena yang aneh menurut pendapat saya. Bukankah dengan kedatangannya justru malah akan menimbulkan dan kembali memercikkan api permusuhan antara Republik dengan GAM? Contoh, saat Hasan Ditiro datang, rakyat Aceh terbagi menjadi 2, yang mendukung dan menolak. Terjadilah perang dingin untuk sesaat. Bagi yang mendukung mereka masih menyimpan harapan kosong akan terciptanya Aceh yang merdeka. Dan bagi yang menolak mereka trauma atas akibat dari perang yang berkepanjangan di sana, bahkan tadi saya liat di TV ada seorang yang menempelkan spanduk bertuliskan ''Orang Aceh tidak butuh
orang asing (Hasan Ditiro) yang telah membuat kami menderita''. Pro dan kntra ini berlanjut saat ada seseorang yang menyebarkan pamflet berisi seruan agar rakyat Aceh berjuang agar mereka merdeka.
Saya sangat heran mengapa orang-orang tertentu di Aceh menginginkan kemerdekaan dan lepas dari NKRI, kalau memang mereka memperjuangkan tanah air mereka, bukankah Indonesia ini juga tanah air mereka??? Seandainya mereka ingin agar negara Islam Aceh berdiri, bukankah pemerintah RI mengizinkan Provinsi Aceh menggunakan Syariat Islam??? Kalau memang mereka menginginkan kemakmuran, bukankah Pemerintah sudah memutuskan sesuai menurut perjanjian di Helsinki bahwa Aceh menerima pendapatan 70% dan hanya 30% yang disetorkan ke pemerintah??? Jumlah ini jauh lebih besar dari provinsi yang lain yang mana harus menyetorkan 60% pendapatan daerahnya pada pemerintah.
Waduh jadi emosi begini :D Ya sudah dulu ya kawan-kawan.... Hanya satu pesan saya, Pertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia!!!

12 comments:

  1. Itulah ... negeri kita ...
    Mudah tergiur oleh janji janji palsu. Tapi bukan mereka atau kita yang salah. Mereka dan juga kita semua memang membutuhkan perubahan, perubahan menuju ke yang lebih baik.
    Harapan itu ada, tapi mampukah pemerintah kita mewujudkan harapan kita? Kalo tidak seperti ini lah yang akan terus terjadi ...
    Ups maaf kepanjangan :)

    ReplyDelete
  2. wah kayaknya beritanya dimana - mana nih

    ReplyDelete
  3. Saya sih tidak kenal siapa itu Hasan Tiro, tapi masalahnya pemerintah juga belum menjalankan fungsinya dengan benar. Di atas kertas mungkin iya soal 70:30, kesejahteraan rakyat, dll). Kenyataannya dijakarta saja yang ibu kota banyak yang hidupnya melarat koq!

    Gak heran kalo ada yang datang dengan janji surga langsung disambut sebagian pihak dengan suka cita.

    ReplyDelete
  4. Sy jg trmsuk penentang..

    Mreka (GAM) berusaha membuat negara baru, agar kesejahteraan masyarakat Aceh dtingkatkan..
    Aceh kaya, gas dan minyak bumi melimpah, tp pajaknya itu.. Banyaak!
    Itu salahsatu alasan knp mreka mndukung GAM..

    Pas hasan tiro k banda, wrga Aceh bnyk bgt yg dtng.. Bhkan jln jd macet!

    ReplyDelete
  5. Wah saya ga kenal tuh ma orang Swedia, tapi yang saya kenal Aceh adalah bagian dari NKRI, so orang Aceh adalah saudara saya juga.

    ReplyDelete
  6. Betul! Daripada memisahkan diri membentuk negara yang kecil, lebih baik bersatu dengan RI agar lebih kokoh.

    ReplyDelete
  7. Saya juga sempet miris pas baca di koran klo Merah Putih di turunkan selama 3 jam dan di ganti sama bendera Partai Aceh hanya untuk menyambut warga negara asing yg gak jelas.......

    ReplyDelete
  8. Hati-hati dengan ppostingan anda seperti ini
    Anda bukan penduduk aceh, mesih terlalu muda untuk berbicara tentang ploitik
    Anda juga tidak tahu sejarah puluhan tahun yang lalu.
    Saya harap jika anda belum mempunyai umur yg cukup dewasa jangan membicarakan tokoh Hasan Tiro.
    Akan saya buat juga tulisan tentang ini di blog saya.
    he he he

    ReplyDelete
  9. rekan rekan ..please tolong ..sekarang negara kita sedang krisis ekonomi..dunia sedang gonjang ganjing dengan krisis ekonomi global..jangan mengungkit masa lalu...sekarang mari bangun negara kita....Nasionalisme emang harus...tapi..jika mempost sesuatu harus dipikir dengan bijak

    ReplyDelete
  10. wah, posting kaya gini jadi perkara ya :D apa sebaiknya saya apus aja ya?? yang setuju saya apus kasih komentar aja ya... trafic jd turun jg gapapa, semua untuk pengunjung blog saya :)

    ReplyDelete

Kalau kamu mau komentar tapi gak punya web, pilh aja bagian "Name/URL" trus di bagian name, tulis nama kamu. Di bagian URL, kamu kosongkan saja. Sebisa mungkin jangan pake anonim, karena bisa saja saya hapus.

Berkomentarlah "Sesuai Dengan Isi Posting". Terima kasih...