5.26.2009

Kondisi Mental Ayah Tentukan Emosi Anak

Keberhasilan mendidik anak merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Hanya saja kini semakin banyak ayah yang melupakan perannya lantaran kesibukan pekerjaan. Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru membuktikan, peran ayah sama penting dengan sang ibu pada masa perkembangan si kecil.

Kondisi mental ayah yang sehat untuk mendidik sang anak begitu vital. Para ahli menemukan fakta yang menyatakan, anak-anak yang dibesarkan ayah yang memiliki mental kurang baik maka akan berpengaruh terhadap pembentukan prilaku seperti rasa gelisah, depresi dan mungkin ketagihan terhadap obat-obatan terlarang.

Fakta lain yang disebutkan, efek negatif mental ayah yang buruk banyak berpengaruh terhadap perkembangan anak lelaki ketimbang peremnpuan. Hal itu disebabkan, anak-anak banyak menghabiskan waktu bersama ibu mereka sedangkan peran ayah "menekan dari bawah sadar,". Demikian diungkap dua peneliti asal Universitas Oxford Inggris, Dr Paul Ramchandani dan Dr Lamprini Psychogiou terkait hasil penelitian seperti yang diberitakan The Telegraph, awal pekan.

"Pada anak-anak, potensi resiko dari kondisi kesehatan mental ayah berbeda ketimbang ibu dan potensi resiko terhadap anak laki-laki lebih tinggi ketimbang anak perempuan," tukas Paul.

Hasil penelitian juga menyebutkan mengapa hal itu bisa terjadi. Disebutkan, kebanyakan waktu dimana pria menjadi seorang ayah berada pada rentang usia 18-35, tentu ini menjadi rentang usia dimana kesehatan mental berpotensi mengalami gangguan. Para ahli mencatat, sekitar 2% dari pria mengalami gangguan umum kesehatan mental dan akan berpengaruh terhadap keturunan mereka.

Para ahli juga memaparkan, anak-anak yang orang tuanya mengalami gangguan mental di minggu-minggu awal kelahiran anak kedua maka berpotensi pula bermasalah pada sikap dan emosi anak nantinya. Dikhawatirkan pula, gangguan kesehatan mental ayah bersamaan dengan anak menjelang usia remaja maka akan berdampak pada pembentukan depresi atau bahkan bunuh diri.

Penelitian juga membuktikan, anak yang memiliki ayah seorang pecandu alkohol maka akan memungkinkan dampak sepeti gangguan mood, depresi dan terpengaruh untuk menjadi pecandu obat-obatan terlarang.

Tak hanya itu, anak remaja dimana orang tuanya mengalami "manic depression" atau yang dikenal dengan bioploar depresion yaitu diagnosa psikiatris yang melukiskan kategori kekacauan keadaan jiwa, dapat mengaktifkan potensi gangguan pada pertumbuhan mental anak 10 kali ketimbang teman mereka yang memiliki ayah normal. Selain itu, berpotensi 3 dan 4 kali terkena penyakit psikiatris.

Hasil penelitian kemudian menyimpulkan, kesehatan mental Ayah tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tapi tetapi merupakan kesempatan membantu memperbaiki hidup anak-anak mereka.
Dari: http://republika.co.id/berita/48664/Kondisi_Mental_Ayah_Tentukan_Emosi_Anak


Bila anda suka dengan artikel saya, silahkan masukkan email anda di kolom bawah:

Delivered by FeedBurner

4 comments:

  1. gawat nih, jaman sekarang makin banyak orang stress terutama para ayah karena tuntutan hidup, jangan2 ke depan makin banyak anak yang jadi negatif :(

    ReplyDelete
  2. Kondisi lingkungan terutama ekonomi memang sangat mempengaruhi pikiran kita termasuk mental dan emosi..

    Saya pernah mendengan seorang guru silat mengatakan
    Jika kita bisa mengisi hari kita dengan olahraga terutama barmain silat atau yang lain, kegiatan seperti itu bisa menjernihkan pikiran kita terutama pada orang yang selalu emosian atau orang stressMau coba???

    ReplyDelete

Kalau kamu mau komentar tapi gak punya web, pilh aja bagian "Name/URL" trus di bagian name, tulis nama kamu. Di bagian URL, kamu kosongkan saja. Sebisa mungkin jangan pake anonim, karena bisa saja saya hapus.

Berkomentarlah "Sesuai Dengan Isi Posting". Terima kasih...