Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

6.01.2009

Komunikasi, Kunci Rumah Tangga Harmonis

Kasus perceraian beberapa tahun belakang makin meningkat dengan berbagai alasan, mulai dari perbedaan prinsip hingga pandangan politik. Namun pada dasarnya perceraian yang banyak terjadi dilatari kurangnya komunikasi. Mobilitas tinggi dengan tingkat kesibukan yang berbeda menjadi salah satu faktor pemicu.

Berdasarkan data dari Jagadnita Consulting, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi dan edukasi untuk semua anggota keluarga khususnya perempuan menyebutkan, sejak tahun 2000 hingga 2006 rata-rata terjadi 1,8 juta pernikahan setiap tahun. Dengan angka perceraian 143.000 atau mencapai 8% dari total jumlah pernikahan.

”Semakin tingginya angka perceraian di Indonesia itu terjadi karena berbagai macam sebab,” ungkap Dewi Minangsari salah satu konsultan saat menghadiri acara wawancara ekslusive dengan tema ”Sariwangi Mari Bicara” Jembatani Perbedaan Antar Pasangan Dengan Komunikasi yang diadakan oleh Sariwangi, pekan lalu di Jakarta.

Perselingkuhan tercatat menjadi penyebab paling tinggi pada kasus perceraian. " Pada tahun 2005 tercatat 54.000 kasus perceraian diakibatkan oleh ketidakcocokan atau perselingkuhan," imbuh Dewi.

Perselingkuhan pun bergeser, jika dulu lebih selingkuh lebih akrab pada pria sekarang ini banyak juga wanita yang melakukan perselingkuhan dengan berbagai alasan. Dewi mengatakan, perselingkuhan banyak terjadi karena kurangnya kesiapan sebelum pernikahan.

Tak lancarnya komunikasi kedua belah pihak membuat proses mengenal pribadi masing-masing secara utuh pun menjadi berkurang. Sehingga begitu menjalin pernikahan banyak perbedaan yang sulit dihadapi.

Bisa dibilang komunikasi adalah hal yang terpenting dalam membina rumah tangga. Apapun itu masalah yang menimpa, entah masalah besar ataupun ringan, apabila dikomunikasikan dengan lancar, maka hubungan rumah tangga pun akan terus bersinar guna terciptanya hubungan yang harmonis.

“Cukup dengan berkomunikasi dalam waktu lima menit saja dan dilakukan setiap hari, maka itu akan mendatangkan hal yang positif bagi hubungan yang sedang dijalankan,” jelas Kasandra Putranto.

Kasandra menambahkan, dengan komunikasi dalam hal apapun antar pasangan yang berjalan dengan lancar dan efektif akan menyelamatkan perceraian.

Gunakan waktu minum teh pagi atau sore hari untuk ngobrol atau curhat baik itu dari suami dan istri. Sehingga
keindahan dan kemesraan saat berpacaran dulu akan tetap terjaga dijaga hingga perkawinan.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan dalam terbinanya rumah tangga yang harmonis :

* Komunikasi intesif dengan anggota keluarga. Jangan hanya antara suami istri saja, komunikasi yang erat dan intim juga diperlukan untuk semua anggota keluarga bahkan anggota keluarga dari kedua belah pihak.
* Jujur dan Terbuka. Kejujuran terkadang menyakitkan namun dengan jujur apapun itu masalahnya dapat didiskusikan untk mencari jalan keluar terbaik.
* Hilangkan prasangka buruk. Dalam otak bawah sadar manusia seringkali dipenuhi dengan prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain. Prasangka buruk yang menguat akan menjadi keyakinan dan sangat buruk dampaknya terdapat hubungan terhadap suami-istri dalam keluarga. Sebaliknya ketika seseorang berprasangka baik yang terbentuk adalah kekuatan dasyat untuk menguatkan hubungan harmonis dalam keluarga.
* Buatlah komitmen jangka panjang. Dengan berkomitmen maka tujuan awal dapat tercapai dengan kekuatan baik dari istri maupun suami.
* Saling memberi hadiah pada momen khusus. Anda pasti merasa bahagia apabila pasangan memberikan hadiah pada momen istimewa, hari ulang tahun, ulang tahun perkawinan, promosi dan seterusnya. Hadiah adalah wujud apresiasi terhadap pasangannya dan menjadi penghargaan bagi pasangan.
* Berubah untuk jadi lebih baik. Tidak perlu menunggu pasangan merubah dirinya menjadi lebih baik. Mulailah dari diri sendiri. Dengan bertekad merubah kelakuan buruk diri sendiri maka pasangan juga lambat laun akan merubah kelakuan buruknya karena melihat tekad Anda mempertahan rumah tangga.
Dari: http://republika.co.id/berita/48448/Komunikasi_Kunci_Rumah_Tangga_Harmonis


Bila anda suka dengan artikel saya, silahkan masukkan email anda di kolom bawah:

Delivered by FeedBurner

5.31.2009

Rangsang Anak Pandai Berbahasa

Seiring dengan perkembangan teknologi, jarak antar negara semakin terasa dekat. Memiliki kemampuan berbahasa yang baik, terutama bahasa internasional, bisa menjadi aset luar biasa dalam kehidupan seseorang.
Menurut peneliti dari Universitas Harvard dan pencetus teori multiple intelegency, Dr Howard Gardner, kecerdasan berbahasa yaitu kecerdasan anak dalam mengolah kata. Misalnya, keterampilan meneritakan atau menggambarkan sesuatu atau kejadian dengan kata-kata. Bahkan jika ibu telaten kemampuan anak berbahasa akan memudahkan anak mempelajari bahasa asing.

Pakar perkembangan anak, Nejeela Shihab mengatakan, orang tua juga sebaiknya mengatahui di usia berapa kemampuan anak dalam berbahasa dimulai agar persiapannya dapat lebih baik. Pada usia dua hingga lima tahun timbul keingin tahuan anak terhadap banyak hal. Berbagai media dapat digunakan, misalnya buku bacaan anak atau tulisan yang terdapat sepanjang jalan.

"Interaksi dengan media makin beragam. Dengan media anak dapat dilatih menjadi pembuat pesan. Latih anak menceritakan kembali apa yang dia baca," saat 'Fun Seminar with Cikal' di RSIA Kemang Medical Care, pekan lalu.

Saat anak berusia enam hingga delapan tahun keterampilan mereka berbahasa lebih meningkat. Orang tua dapat melatih keterampilan dasar berbahasa anak. Salah satunya dengan menanatang anak untuk membuat jurnal perjalanan.

"Membuat jurnal perjalanan setelah mereka pulang liburan merupakan cara untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Selain itu juga melatih anak sebagai pembuat atau penyampai pesan," papar ketua yayasan Cikal itu.

Rangsangan yang terus menerus dari lingkungan menjadi kebutuhan pokok mengembangkan kecerdasan berbahasa anak. Selain itu kebutuhan fisik dan emosi anak dapat terpenuhi dengan mengajak anak mengobrol, menyanyi, atau menceritakan dongeng. Untuk itu, menurut Najeela lebih baik anak diajak mengobrol daripada menonton saat di rumah atau di kendaraan pribadi.

Kebutuhan fisik penting untuk pertumbuhan otak, sistem motorik dan sensorik. Sedangkan kebutuhan emosi penting untung mempengaruhi kecerdasan emosi, hubungan interpersonal dan intrapersonal. Kesimbangan kecerdasan yang dimiliki anak tentunya akan berdampak baik di masa yang akan datang. Anak dapat dengan mudah bersosialisasi dengan teman-temannya.

Kemampuan Logika

Anak yang memiliki kecerdasan berbahasa maka kemampuan logika berpikirnya pun akan berjalan dengan baik. Untung itu menjadi hal yang tidak sulit bagi orang tua untuk mengajari bahasa asing pada anak. Orang tua dapat bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing, misalnya bahasa Inggris.

Psikolog anak dari I Love My Psychologist, Dra.Psi.Heryanti Satyadi M.Si membenarkan mengajari anak berbahasa Inggris sedini mungkin memang lebih baik.

Heryanti mengatakan ajarkan anak secara bertahap dalam menerima bahasa baru. Misal dari kegiatan sehari-hari melalui gambar atau sapaan sederhana seperti "Good morning" atau "How are you today?". Karena untuk mengajarkan anak mempelajari bahasa Inggris lebih formal seperti membaca dan menulis dibutuhkan waktu khusus.

”Cara yang paling mudah mengajarkan anak berbahasa Inggris adalah dengan menggunakannya untuk berkomunikasi dengannya dalam situasi sehari-hari, mengajaknya bercakap-cakap,membacakan buku, menulis surat kepadanya, dan sebagainya,”ujar psikolog yang juga ibu dari 2 anak ini.

Namun yang perlu diingat orang tua adalah kematangan anak dalam mempelajari bahasa asing. Sekiranya anak belum siap untuk menerima multi bahasa, jangan memaksakannya. Karena hal tersebut justru dapat membuat anak mengalami kebingungan bahasa.


Bila anda suka dengan artikel saya, silahkan masukkan email anda di kolom bawah:

Delivered by FeedBurner

5.28.2009

Memasak Ajarkan Si Kecil Belajar Banyak Hal

Ibu, jangan jengkel ketika anak anda ingin ikut terlibat di dapur atau saat anak tiba-tiba memberikan kritikan tentang masakan yang anda buat. Kegiatan memasak bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi anak. Lebih dari itu jika ibu cermat dengan memasak bersama, anak dapat mengenal berbagai macam sayuran, buah, bumbu masak berikut manfaatnya.

Esther Boylan Wolfson, praktisi tumbuh kembang anak usia dini mengatakan masak bersama anak sangat menyenangkan meski Esther pun mengakui anak-anak pasti akan membuat suasana menjadi kacau dan dapur berantakan. Waktu memasak akan lebih lama apalagi ketika anak mulai mengacau resep. Namun jika ibu perhatikan seksama semua hal kekacauan yang mungkin, tergantikan dengan banyak hal yang bisa dipelajari anak dari memasak.

Kegiatan memasak senang dilakukan anak usia dua tahun ke atas. Meski bentuk keterlibatan dan pembelajaran akan berbeda pada anak usia dua tahun dengan yang lima tahun, namun keduanya dapat terlibat dalam proses memasak. Sehingga memasak bersama anak akan menjadi proses belajar sekaligus waktu untuk bersenang-senang.

Banyak cara yang dapat dilakukan agar hidangan makan malam tetap tersaji meski anda menyiapkannya bersama anak. Langkah-langkahnya antara lain:

* Ajarkan anak terlebih tentang tentang resep. Katakan bahwa resep adalah petunujuk ketika memasak yang harus diikuti. Anak akan belajar bahwa Anda harus membaca petunjuk dan mengikutinya agar hasilnya masakannya enak dan menarik.
* Mengajarkan matematika sederhana. Jelaskan perbandingan jumlah takaran. Mana lebih banyak, setengah cangkir tepung atau satu cangkir? Anda juga dapat mengajarkan mana yang lebih besar sendok teh atau sendok makan. Atau berapa banyak setengah cangkir untuk mendapatkan satu cangkir? Melalui cara ini Anda dapat mengembangkan kemampuan mengurutkan sesuatu dengan benar.
* Ketajaman panca indera. Untuk melatih kepekaan panca indera anak gunakan bahan masakan dengan berbagai tekstur, bentuk, rasa dan aroma. Anda juga dapat menjelaskan fungsi masing-masing panca indera. Jelaskan kulit sebagai indera peraba, biarkan anak merasakan perbedaan antara beras dan kacang-kacangan. Dengan membedakan rasa garam dan gula, anda mengajarkan lidah sebagai indera perasa. Begitu juga ketika Anda membiarkan anak membaui perbedaan berbagai rempah-rempah dengan wanginya serbuk vanili.
* Memperkaya kosakata. Tingkatkan kemampuan bahasa anak dengan memperkenalkan berbagai bahan makanan dan alat memasak atau apapun yang ada di dapur. Tepung, gula, dan telur mungkin sesuatu yang tidak asing dimata dan pendengaran Anda, tapi semua itu menjadi sesuatu yang baru bagi anak usia tiga tahun.
* Pengembangan konsep. Tingkatkan pengetahuan anak Anda mengenai beberapa konsep. Keras dan lunak. Cair dan padat. Panas dan dingin, mentah atau matang, di luar atau di dalam mangkuk, cepat-lambat, dan lain sebagainya.
* Mengajarkan anak tentang hubungan sebab-akibat. Tingkatkan kemampuan anak untuk menjawab pertanyaan seperti, "Apa yang terjadi jika air putih ditambahkan jus buah? Atau buah pisang diganti dengan strawberi?" Dengan begini anak belajar bagaimana menambahkan, mengambil atau merubah salah satu bahan akan mengubah seluruh produk.
* Kerjasama. Kegiatan memasak ternyata dapat meningkatkan kemampuan anak Anda untuk dapat bekerja sama dengan teman-temannya. ini juga termasuk melatih anak untuk bersabar menunggu gilirannya dan bersenang-senang dengan aktifitasnya.

Terdengar menarik bukan? Dengan melakukan satu aktifitas Anda ternyata telah dapat mengajarkan dan meningkatkan berbagai kemampuan anak. Dengan begitu keseimbangan antara otak kanan dan kiri anak terjaga dan anak tumbuh dengan kemampuan dan kecerdasan yang beragam.
Dari: http://republika.co.id/berita/41406/Memasak_Ajarkan_Si_Kecil_Belajar_Banyak_Hal


Bila anda suka dengan artikel saya, silahkan masukkan email anda di kolom bawah:

Delivered by FeedBurner

5.26.2009

Kondisi Mental Ayah Tentukan Emosi Anak

Keberhasilan mendidik anak merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Hanya saja kini semakin banyak ayah yang melupakan perannya lantaran kesibukan pekerjaan. Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru membuktikan, peran ayah sama penting dengan sang ibu pada masa perkembangan si kecil.

Kondisi mental ayah yang sehat untuk mendidik sang anak begitu vital. Para ahli menemukan fakta yang menyatakan, anak-anak yang dibesarkan ayah yang memiliki mental kurang baik maka akan berpengaruh terhadap pembentukan prilaku seperti rasa gelisah, depresi dan mungkin ketagihan terhadap obat-obatan terlarang.

Fakta lain yang disebutkan, efek negatif mental ayah yang buruk banyak berpengaruh terhadap perkembangan anak lelaki ketimbang peremnpuan. Hal itu disebabkan, anak-anak banyak menghabiskan waktu bersama ibu mereka sedangkan peran ayah "menekan dari bawah sadar,". Demikian diungkap dua peneliti asal Universitas Oxford Inggris, Dr Paul Ramchandani dan Dr Lamprini Psychogiou terkait hasil penelitian seperti yang diberitakan The Telegraph, awal pekan.

"Pada anak-anak, potensi resiko dari kondisi kesehatan mental ayah berbeda ketimbang ibu dan potensi resiko terhadap anak laki-laki lebih tinggi ketimbang anak perempuan," tukas Paul.

Hasil penelitian juga menyebutkan mengapa hal itu bisa terjadi. Disebutkan, kebanyakan waktu dimana pria menjadi seorang ayah berada pada rentang usia 18-35, tentu ini menjadi rentang usia dimana kesehatan mental berpotensi mengalami gangguan. Para ahli mencatat, sekitar 2% dari pria mengalami gangguan umum kesehatan mental dan akan berpengaruh terhadap keturunan mereka.

Para ahli juga memaparkan, anak-anak yang orang tuanya mengalami gangguan mental di minggu-minggu awal kelahiran anak kedua maka berpotensi pula bermasalah pada sikap dan emosi anak nantinya. Dikhawatirkan pula, gangguan kesehatan mental ayah bersamaan dengan anak menjelang usia remaja maka akan berdampak pada pembentukan depresi atau bahkan bunuh diri.

Penelitian juga membuktikan, anak yang memiliki ayah seorang pecandu alkohol maka akan memungkinkan dampak sepeti gangguan mood, depresi dan terpengaruh untuk menjadi pecandu obat-obatan terlarang.

Tak hanya itu, anak remaja dimana orang tuanya mengalami "manic depression" atau yang dikenal dengan bioploar depresion yaitu diagnosa psikiatris yang melukiskan kategori kekacauan keadaan jiwa, dapat mengaktifkan potensi gangguan pada pertumbuhan mental anak 10 kali ketimbang teman mereka yang memiliki ayah normal. Selain itu, berpotensi 3 dan 4 kali terkena penyakit psikiatris.

Hasil penelitian kemudian menyimpulkan, kesehatan mental Ayah tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tapi tetapi merupakan kesempatan membantu memperbaiki hidup anak-anak mereka.
Dari: http://republika.co.id/berita/48664/Kondisi_Mental_Ayah_Tentukan_Emosi_Anak


Bila anda suka dengan artikel saya, silahkan masukkan email anda di kolom bawah:

Delivered by FeedBurner